Hanya Sebuah Coretan !

Posted: Februari 2, 2016 in Hiburan, Sastra
Tag:, , , , , , , , , , , , ,

Saya anak yang kurang mengalami peristiwa-peristiwa yang berkesan selama saya hidup di dunia ini. Sebenernya saya bingung mau cerita dari sebelah mana karena hidup saya datar bagaikan air yang berada di dalam empang, jadi air tersebut hanya akan bergerak jika ikan yang berada dalam empang tersebut bergerak. Sungguh minim pengalaman. Tapi ini ceritanya . .. . ..

Saya anak yang dari kecil sudah berada jauh dari orang tua. Sejak menginjak Sekolah Menengah Pertama saya merantau ke kota. Salah satu alasan mengapa saya disekolahkan jauh-jauh ke kota adalah supaya saya mendapatkan pendidikan yang lebih baik dari pada di desa. Harapan yang kini tinggal harapan. Dahulu kedua orang tua saya mungkin membayangkan anaknya yang sekolah dikota akan memilki masa depan yang cerah, masa depan yang lebih baik dibandingkan anak-anak lain yang sekolah di desa. Selain itu juga mungkin kedua orang tua saya mencontoh kakak saya yang terlebih dulu sukses belajar di kota. Namun cerita dan hayalan tersebut berbeda dengan kenyataan. Saya tidak bisa membangggakan kedua orang tua. Saya yang diamanatkan untuk belajar dengan baik, tidak melksanakan amanat tersebut. Kegiatan saya dikosan hanya main-main dan main. Biasa anak desa yang baru merasakan indahnya hidup dikota.

Lebih parah lagi ketika saya baru mengenal Play Station. Uang bulanan habis untuk bermain play station. Hari-hari saya hanya berkutik di rental play station. Pulang sekolah langsung ke tempat rental. Mbolos sekolah masuknya ke rental play stations. Bahkan saya pernah tidur ditempat rental play station. Mungkin itu tidak masuk akal, tapi itu yang namanya ketagihan. Jadi sehari kalo tidak pegang stik PS rasanya tuh kayak lari keliling alun- alun pake sendal refleksi. HaAHAHA !!!!  Kegiatan seperti ini berkurang ketika saya dan teman-teman dinasehati oleh salah satu guru di SMP. Jadi waktu itu saya dan teman-teman bolos gak ikut Tes Uji Coba ( tes latihan sebelum ujian nasional). Kemudian dipagi harinya saya dan teman-teman di undang salah satu guru untuk bertatap muka. Bukanya dimarai karena tidak ikut TUC kami malah diceritakan pengalaman yang sangat menyentuh hati, cerita yang membuat kami sadar akan tujuan kami sekolah. Sejak saat itu saya benar-benar mengurangi main play station. Walaupun sampai sekarang juga masih aktif namun hanya untuk refresing.

Karena diwaktu SMP saya kurang serius dalam belajar alhasil saya mendapat nilai Ujian Nasional yang kurang memuaskan. Pada saat saya mau melanjutkan ke SMA, saya bingung karena nilai rata-rata ujian yang hanya satu strip diatas batas minimum nilai masuk SMA. Pada waktu itu SMA 2 di kota saya. Akhirnya saya putuskan mencari sekolahan yang lain. Setelah bersusah payah mencari sekolahan akhirnya saya menemukan sekolahan yang mau menerima saya yaitu di SMA pinggiran kota. Tapi ya saya bersyukur karena masih ada SMA yang mau menerima saya, negeri lagi hahaha.

Tau gak bu, saya pernah dimasukan penjara suci sama bapak. Saya gak dicarikan kos malah dicarikan PONPES. Aduhh mamahhh. Jadi pagi saya belajar di SMA malemnya belajar agama di PONPES tersebut. Hidup seperti ini tak pernah saya bayangkan. Tidur larut malem, dan bangun pagi banget. Bagi saya yang tidak pernah displin sangat berat menjalani hidup di Penjara Suci. Dan akhirnya saya memutuskan untuk mengakhiri hidup yang seperti itu, saya memutuskan untuk pindak indekost ajahh. Di penjara tersebut belum genap satu minggu, lha wong ra betah yo pie maneh !!!hahHAha. Transisi dari pondok ke kos itu ada rintangannya loh, saya sampai meneteskan air mata untuk merayu sang bapak. Jurus merayu sudah saya keluarkan semua tapi bapak tetap pada pendirian. Akhirnya saya minta bantuan ke saudara saudara. Setelah mendapat serangan dari ibu, tante, mbah putri dan lain-lain pertahanan bapaku akhirnya jebol juga dan  saya diperbolehkan ngekos tapi dengan syarat harus ikut ngaji di pondok tersebut. Dengan lantang saya jawab “IYA PAK “. Rasanya tuh kaya menemukan teh botol sosro ditengah padang pasir GERRRRRRRRRRR !!!

Jaman SMA tuh memang sangat berkesan buat hidup saya. Apa kabar janji dulu yang katanya mau tetap mengaji?hahahah. Hasilnya nihil, setelah menemukan kebebasan saya lupa akan janji-janji tersebut. Pernah sih ditanya sama bapak, gimana ngajinya? Saya bilang iya ngaji setiap malem rabu dan sabtu. Padahal dihari itu ya cuma main-main. Sering banget ngapusi orang tua. Dulu pernah butuh uang untuk mbenerin motor biar kayak punya temen-temen biar dikata gaul gitu lohh karena belum bisa menghasilkan uang sendiri akhirnya jurus berbohong yang saya gunakan. Kalo ada KPK di keluargaku mungkin saya sudah di ringkus, karena sering banget korupsi. Paling sering tuh korupsi untuk bayar buku, bukunya harga berapa mintanya berapa. Ya seperti itu kisah kasih di SMA. Kalo kisah percintaan gak usah saya ceritakan lah, gak penting banget lah ya buu.

Korupsi duit orang tua mulai sedikit menurun ketika saya merasakan susahnya mencari uang. Sebelum saya kuliah di Universitas PGRI Yogyakarta saya adalah seorang pengangguran. Saya menjalani profesi sebagai pengangguran hampir satu tahun. Dari profesi inilah saya merasakan susah ayahnya kedua orang tua mencari uang untuk anak-anaknya. Saya jadi sadar betapa saya tidak pernah bersyukur mendapatkan kedua orang tua yang sangat hebat. Mereka orang tua yang tak akan pernah ada gantinya dan tak pernah tergantikan. Mungkin tuhan memang memberikan jalan seperti ini supaya saya sadar akan perbuatan saya yang terdahulu. Sampai sekarang saya gak pernah korupsi uang uang kuliah.

Masuk kuliah di UPY tuh susah bagi saya yang otaknya kurang encer. Saya merasakan susahnya jadi anak bodoh. Walaupun seperti itu akhirnya saya masuk juga di keluarga besar UPY. Masuk universitas ini penuh perjuangan banget lohh. Saya ndaftar pas bulan ramadhan, yang lain enak-enak tidur saya masih dalam perjalanan meraih cita-cita. Tapi itu perjuangan yang memang harus saya lalui untuk masa depan anak istriku kelak. Sudah hampir tiga tahun saya hidup dan belajar di Yogyakarta, saya merasakan ada perubahan yang besar dalam hidup saya. Yang dulunya saya tidak tahu program Power Point berkat kuliah di PGSD UPY saya jadi bisa membuat Power Point. Itu merupakan prestasi yang sangat membagakan di kisah hidup saya. Selain itu saya juga jadi kenal yang namanya blogg. Makasih yang sedalam-dalamnya buat dosen-dosen PGSD. Berkat ibu bapak dosen saya jadi mandan pinter walaupun suma sedikit.

Ada sih orang yang selalu menemaniku disaat senang maupun susah, tapi gak usah saya jabarkan. Ndak maraih suudzon HAHAHAHAH !!! tak kasih ucapan TERIMA KASIH BANYAK ajahh !!! sekian ya buuuu cerita dari saya. Bila ada kesamaan cerita itu hanya kebetulan semata.

 

by : Himawan A Candra

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s