KEPEMIMPINAN

Posted: November 14, 2014 in Info Pendidikan
Tag:, , ,

KEPEMIMPINAN

  1. Definisi Kepemimpinan

Kepemimpinan merupakan suatu ilmu yang mengkaji secara komprehensif tentang bagaimana mengarahkan, mempengaruhi dan mengawasi orang lain untuk mengerjakan tugas sesuai dengan perintah yang direncanakan. Untuk memahami definisi kepemimpinan secara lebih dalam, ada beberapa definisi kepemimpinan yang dikemukakakan oleh para ahli, yaitu :

  1. Stephen P. Robbins mengatakan kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok kearah tercapainya tujuan.
  2. Rjchard L. Daft mengatakan kepemimpinan (Leadership) adalah kemampuan mempengaruhi orang yang mengarah kepada pencapaian tujuan.
  3. R. Terry memberikan definisi: Leadership is the activity of influencing people to strive willingly for mutual objectives.
  4. Ricky W. Griffin mengatakan pemimpin adalah individu yang mampu mempengaruhi perilaku orang lain tanpa harus mengandalkan kekerasan; pemimpin adalah individu yang diterima orang lain sebagai pemimpin.
  5. Pemimpin dan kepemimpinan

Pemimpin dan kepemimpinan adalah ibarat sekeping mata uang logam yang tidak bisa dipisahkan, dalam artian bisa dikaji secara terpisah namun harus dilihat sebagai satu kesatuan. Seorang pemimpin harus memiliki jiwa kepemimpinan, dan jiwa kepemimpinan yang dimiliki seorang pemimpin tidak bisa diperoleh dengan cepat dan segera namun sebuah proses yang terbentuk dari waktu ke waktu hingga akhirnya mengkristal dalam sebuah karakteristik. Gary Yulk (1998) dalam Brantas (2009) melakukan klasifikasi definisi pemimpin dan kepemimpinan :

  • Pendekatan berdasarkan ciri.
  • Pendekatan berdasarkan perilaku, Pendekatan ini merupakan kritisi terhadap generasi pertama pendekatan berdasarkan ciri.
  • Pendekatan situsional. Pendekatan ini Menekankan pada pentingnya faktor kontekstual seperti sifat pekerjaan yang dilaksanakan oleh unit pemimpin, sifat lingkungan eksternal, dan karakteristik para pengikut.
  1. Ciri-ciri Pemimpin

Adapun ciri-ciri untuk menjadi seorang pemimpin adalah :

  1. Memiliki kompetensi yang sesuai dengan zamannya. Artinya kompetensi yang dimilikinya sangat berguna untuk diterapkan pada saat itu, dan kompetensi tersebut diakui oleh banyak pihak serta pakar khususnya.
  2. Mampu menerapkan konsep “the right man and the right place” secara tepat dan baik. The right man and the right place adalah menempatkan orang sesuai dengan tempatnya dan kemampuan atau kompetensi yang dimilikinya. Artinya pemimpin adalah yang bias melihat setiap potensi yang dimiliki oleh seseorang dan menempatkan potensi tersebut sesuai pada tempatnya.

George R. Terry. George R. Terry mengemukakan delapan ciri dari pemimpin, yaitu :

  • Energy
  • Stabilitas emosi
  • Human relantionship
  • Personal motivation
  • Communication skill
  • Teaching skill
  • Social skill
  • Technical competent
  1. Intuitive Leader

Intuitive leader  adalah pemimpin yang mempergunakan intuisi dalam memimpin dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.  Intuitive leader  dilahirkan atas dasar bakat alami (natural talent) yang dimiliki semenjak ia masih memulai bisnis dengan sangat sederhana, dan itu semakin lama semakin berkembang hingga menjadi besar. Ada beberapa bentuk permasalahan yang dihadapi oleh seorang intuitive leader yaitu pada saat kemampuannya telah terbatasi dan bakat alami yang dimilikinya tidak mampu menjangkau yang diinginkan tersebut. Allen mendiskripsikan tujuh sifat dari kepemimpinan intuitif ini, yaitu :

  • Mengedepankan kepentingan sendiri,
  • Membuat semua keputusan secara sendirian,
  • Lebih meyukai pekerjaan-pekerjaan atau solusi-solusi teknis,
  • Menjalankan organisasi sesuai dengan selera pribadi,
  • Memonopoli ganjaran,
  • Mengontrol dengan cara melakukan inspeksi.

Dengan sifat seperti itu maka memungkinkan timbulnya kegagalan dalam bisnis, khususnya pada era modern sekarang ini oleh karena itulah Allen mengajukan usulan yang sangat bermanfaat agar para pemimpin yang berbasiskan intuisi tersebut melakukan transformasi menjadi kepemimpinan-manajemen (management leadership), dengan tujuh karakteristik :

  1. Mengedapankan kepentingan kelompok;
  2. Pembuatan keputusan dalam sebuah tim;
  3. Fokus kepada tugas manajerial (bukan teknikal);
  4. Komunikatif;
  5. Menjalakan organisasi sesuai dengan kerja dan tujuan yang hendak dicapai;
  6. Setiap prestasi diberi ganjaran;
  7. Mengontrol dengan cara memberikan eksepsi.
  1. Nilai-nilai Kepemimpinan

Menurut Brantas, kepemimpinan tidak dapat terlepas dari nilai-nilai yang dimiliki oleh pemimpin seperti diungkapkan oleh Guth dan Taguiri (dalam Salusu, 2000), yaitu:

  1. Teoritik, yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan usaha mencari kebenaran dan mencari pebenaran secara rasional.
  2. Ekonomis, yaitu yang tertarik pada aspek-aspek kehidupan yang penuh keindahan, menikmati setiap peristiwa untuk kepentingan sendiri.
  3. Sosial, menaruh belas kasihan pada orang lain, simpati, tidak mementingkan diri sendiri.
  4. Politis, berorientasi pada kekuasaan dan melihat kompetisi sebagai faktor yang sangat vital dalam kehidupannya.
  5. Religius, selalu menghubungkan setiap aktivitas dengan kekuasaan Sang Pencipta.

Seperti kita dapat menambahkan beberapa lagi yang bisa kita jadikan bahan renungan dalam melihat nilai-nilai pemimpin, yaitu:

  1. Sikap bijaksana. Sikap bijaksana ini menyangkut dengan kemampuan dalam pengambilan keputusan yang tidak berat sebelah, namun keputusan yang diambil adalah memikirkan banyak segi dan seimbang (balance).
  2. Kesetiakawanan yang tinggi. Nilai kesetiakawanan yang tinggi menunjukkan pemimpin tersebut memiliki loyalitas tinggi pada sesama rekan kerja bahkan para karyawannya. Kadang kala kita menemukan ada pemimpin yang egonya tinggi dan lebih mementingkan dirinya tanpa menghiraukan bahwa keputusannya telah memiliki muatan khianat pada yang lainnya.
  3. Pemimpin dan power

Kekuasaan (power) adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Bagi pimpinan penggunaan power dalam setiap rencana kerja  yang dijalankan adalah sesuatu yang positif, asal power tersebut dilakukan dengan mengikuti batas-batas yang dibenarkan dalam dunia kerja. Misalnya seorang manajer di suatu perusahaan memiliki hak untuk memutasi seorang karyawan dari posisinya, atau mempromosikanseorang karyawan untuk menempati posisi strategis. Dan menjadi kewajiban bagi pihak karyawan untuk memperlihatkan kemampuan dalam bekerja keras serta kedisiplinan tinggi agar pimpinan tertarik untuk menempatkannya di posisi-posisi strategis. Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang mampu memprediksi kondisi yang akan terjadi di kemudian hari, serta mempergunakan power yang dimiliki untuk melindungi perusahaan dari berbagai kondisi yang akan terjadi di kemudian hari. Dalam ruang lingkup organisasi, biasanya terdapat lima jenis kekuasaan:

  1. Kekuasaan sah (legitimate power) adalah kekuasaan yang diperoleh melalui hierarki organisasi;
  2. Kekuasaan balas jasa(reward power) adalah kekuasaan untuk atau menunda balas jasa,
  3. Kekuasaan paksaan (coercive power) adalah kekuasaan untuk memaksakan kepatuhan
  4. Kekuasaan referen (referent power) adalah kekuasaan abstrak.
  5. Kekuatan ahli (expert power) adalah kekuasaan pribadi yang didapatkan seseorang berbasis informasi atau memiliki keahlian yang dimilikinya.
  6. Kepemimpinan dan Perilaku

Secara lebih dalam Richard L. Daft menjelaskan ketiga bentuk kekuasaan tersebut, yaitu:

  • Kekuasaan legitimasi. Kekuasaan yang berasal dari posisi manajemen formal dalam sebuah organisasi dan otoritas yang diberikan padanya disebut kekuasaan legitimasi (legitimate power)
  • Kekuatan penghargaan. Jenis kekuatan lain adalah kekuatan penghargaan (reward power), berasal dari otoritas untuk memberi penghargaan kepada orang lain.
  • Kekuatan koersif. Kebalikan kekuatan penghargaan adalah kekuatan koersif (coercive power); ini mengacu pada otoritas untuk menghukum atau merekomendasikan hukuman.

Dengan ketiga bentuk kekuatan ini maka bagi pihak manajer berusaha untuk mengolah berbagai perilaku karyawan agar tercapai bentuk ketaatan dalam bekerja. Ketaatan berarti bahwa pekerja akan mengindahkan perintah dan melaksanakan intruksi, sekalipun secara pribadi mereka tidak setuju dan tidak antusias. Menurut Brantas agar kelompok kerja berjalan dengan efektif, seseorang harus melaksanakan dua fungsi utama:

  • Fungsi-fungsi yang berhubungan dengan tugas (task-related) atau pemecahan masalah.
  • Fungsi-fungsi pemeliharaan kelompok (group-maintenance) atau sosial.

Secara lebih dalam, Brantas mengatakan, “Fungsi pertama menyangkut pemberian saran penyelesian, informasi dan pendapat. Fungsi kedua mencakup segala sesuatu yang dapat membantu kelompok berjalan lebih lancar” Secara lebih tegas Brantas mengatakan, “……John Frech dan Bertram Raven, mengemukakan bahwa seorang pemimpin mempengaruhi para bawahannya berdasarkan:

  • Coercuve power (kekuatan berdasarkan kekuasaan).
  • Reward Power (kekuatan untuk memberikan penghargaan)
  • Legitimate Power (kekuatan yang sah)
  • Expert Power (kekuatan karena keahlian)
  • Kekuatan Referen

Tabel 1.1: Karakteristik Pribadi Pemimpin

Karakteristik Fisik Kepribadian Karakteristik Sosisal
Aktivitas Kesiapan Kemampuan untuk memperoleh kerja sama
Energi Originalitas, kreativitas Kebersamaan
Integritas pribadi, etika Popularitas, martabat
Latar belakang sosial Percaya diri Sosialitas, keterampilan interpersonal
Partisipasi sosial
Mobilitas Karakteristik yang berhubungan dengan kerja Kebijaksanaan diplomasi
Intelegensia dan kemampuan Dorongan pencapaian, hasrat untuk mengungguli
Penilaian, ketegasan Dorongan untuk bertanya jawab
Pengetahuan Tanggung jawab mengejar tujuan
Kepandaian berpidato Orientasi tugas

Sumber: diambil dari Bernand M. Bass, Stogdill’s Handbook of Leadership, ed. Revisi (New York: Free Press, 1981). 75-76. Kutipan ini terdapat dalam R. Albanese dan D. D. Van Fleet, Organizational Behavior: A. Manageial Viewpoint ( Hinsdale III: The Dryden Press).

  1. Hal-hal yang Menyebabkan Seseorang Menjadi Pemimpin

Hal-hal yang menyebabkan seseorang menjadi pemimpin adalah sebagai berikut:

  • Tradisi atau warisan: seseorang menjadi pemimpin, karena warisan atau keturunan, misalnya raja atau ratu Inggris, dan Belanda.
  • Kekuatan pribadi baik karena alasan fisik maupun karena kecakapannya.
  • Pengangkatan atasan: karena dianggap oleh pihak atasannya.
  • Pemilihan,
  1. Solusi dalam menyelesaikan masalah dalam bidang kepemimpinan

Ada beberapa solusi secara umum yang dapat diterapkan dalam menyelesaikan masalah dalam bidang kepemimpinan, yaitu :

  1. Pemimpin yang bijaksana adalah yang memiliki jiwa temperamen yang rendah.
  2. Pemimpin yang dipilih adalah pemimpin yang jauh dari mental korupsi, kolusi dan nepotisme (kKN).
  3. Pemimpin yang dipilih adalah yang memiliki jiwa dan semangat tidak mabuk atau terlalu cinta pada

Komentar : Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok kearah tercapainya tujuan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin itu harus memiliki kemampuan untuk mempengaruhi anggotanya. Seorang pemimpin yang baik yaitu pemimpin yang bisa membawa anggotanya mencapai tujuan yang ingin dicapai. Pemimpin itu menjadi pedoman untuk anggotanya. Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang dapat membawa anggota atau anak buahnya untuk mencapai tujuan yang akan dicapai. Jadi suatu kelompok atau organisasi yang memiliki pemimpin yang baik pasti kelompok tersebut akan dipandang baik oleh masyarakat ataupun lingkunganya. Menurut saya pemimpin yang baik adalah pemimpin yang lahir dari sebuah proses demokrasi, atau hasil dari musyawarah dari anggotanya. Pemimpin yang lahir dari proses demokrasi akan menghasilkan pemimpin yang kompeten terhadap bidangnya karena anggota kelompok yang mengetahui kemampuan seorang yang ingin dipilih menjadi pemimpin kelompoknya. Berbeda dengan pemimpin yang lahir dari warisan, biasanya pemimpin yang hanya warisan belum tentu menguasai bidang yang ingin dicapi. Jadi pemimpin yang berasal dari proses demokrasi akan jauh lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s