Mulutmu Harimaumu

Posted: Januari 17, 2013 in Uncategorized
Tag:,

Himawan A Chandra, 17 januari 2013

ImageMULUTMU HARIMAUMU, pepatah itu memberitahu kita agar kita menjaga tutur kata karena tutur kata yang kita keluarkan bisa menjadi harimau yang menerkam diri kita sendiri. Pepatah itu sunggung sangat pas jika kita melirik pada kasus Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) palembang M Daming Sunusi. Candaan dari hakim M Daming tentang “pemerkosa dan korban sama-sama menikmati”.

Celetukan Daming Sunusi yang niatnya hanya bercanda malah menimbulkan kontroversi dari kalangan masyarakat. KPAI mengutuk keras peryataan tersebut, mereka bahkan mendatangi Komisi III DPR RI. Di dunia maya pun tak kalah panas, Daming Sunusi dihujat oleh berjuta-juta pengguna dunia maya.

M Daming Sunusi yang merupakan satu dari 12 calon hakim agung yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Namun, ketika ditanya pendapatnya tentang hukuman mati bagi pemerkosa Daming menyebut hukuman mati bagi terpidana pemerkosa perlu dipikirkan lagi karena yang diperkosa dan pemerkosa sama-sama menikmati.

Pendapat Daming Sunusi tersebut sungguh tidak manusiawi dan menambah citra buruk terhadap hakim-hakim di indonesia.

Sebelum kasus Daming ada juga peryataan Anggota DPR RI yang mendapat tanggapan keras masyarakat yaitu Sutan Bhatoegana yang menyebut Presiden RI ke empat, Abdurahman Wahid atau Gus Dur lengser karena terlibat korupsi. Peryataan tersebut memancing kemarahan bagi warga NU dan mahasiswa-mahasiswa indonesia.

Demo yang meminta Sutan Bhatoegana untuk meminta maaf terjadi di mana-mana. Salah satunya terjadi di malang, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) dari Universitas Islam Malang (UNISMA), mereka mengecam sutan Bhatoegana yang diniai telah melecehkan mantan Presiden RI ke empat. Selain itu dari Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa juga mengatakan Sutan Bhatoegana untuk mencabut peryataannya dan meminta maaf secara terbuka.

Itu merupakan salah satu contoh pentingnya menjaga ucapan yang keluar dari mulut kita. Jadi sebelum berbicara hendaknya dipikir terlebih dahulu sehingga tidak menimbulkan konflik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s