Ini aku

Posted: Januari 4, 2013 in Uncategorized

04 januari 2013

Aku mulai menuliskan tentang  ini ketika hujan mengguyur sebuah kota, yaa sebut saja kota pelajar {Cuma kotanya,orangnya mah gak teu..hee}. Disini, dikamar dengan ukuran mini ini aku mulai menuliskan sebuah catatan tentang diriku, tentang aku yang biasa saja. Tentang aku yang nakal, tentang aku yang jail, tentang aku yang suka usil tapi sedikit pintar sih {kata orangtuaku}. 

Aku suka berada disini, didalam kamar ini, entah apa yang aku lakukan, aku suka menyendiri didalamnya, Aku ingin menjadi sebuah permata untuk semua yang bisa mengerti bagaimana sebuah arang menjadi berharga seperti mutiara. Namun ketika aku memulainya dengan sebuah tarikan nafas dalam khidupan, semuanya berubah menjadi sesuatu yang tak pernah aku fikirkan setelah aku menghepaskannya. Seperti halnya aku ingin berusaha memulai sesuatu yang baru, bermanfaat,membahagiakan orang disekitarku  dan berharga dalam kehidupan ini namun sang mentari telah memancarkan sinarnya dan melihat kepadaku serasa mengatakan “Kau terlalu lama bermimpi dan kau telah tertinggal jauh saat ini. Selalu begitu dan seperti itu. Selalu menjauh dalam terang dan terus mendekati kegelapan jiwa yang hitam. Aku ingin menggapai mimpi itu bukan larut kedalam mimpi itu. Aku terlalu jauh larut dalam mimpi itu hingga aku lalai dengan kewajibanku, kewajiban yang semestinya aku jalankan, kewajiban yang semestinya sudah menjadi tanggung jawabku.

Semua orang memang munafik dengan kehidupan yang mereka jalani, penuh kepura-puraan, penuh kebohongan, ketika mereka dihadapkan dengan sesuatu yang semestinya tidak boleh untuk kehidupan mereka, justru mereka memasukinya. Seperti halnya aku ini, aku yang suka bertingkah seenaknya, aku yang berbicara seenak mulutku tanpa memperdulikan omongan seseorang didekatku, namu aku adalah aku bukan orang lain yang menjadi aku, bukan pula mereka yang hanya mengejek dan menghinaku dibelakang layar dan pura-pura tersenyum dihadapanku.

Aku hanya ingin membahagiakan orang yang ada didekatku sekarang, dan untuk jalan selanjutnya. Terutama kedua orangtuaku .

Inilah aku yang terlahir dari rahim seorang ibu dengan penuh perjuangan, yaa ibu yang sangat aku sayangi, meski terkadang aku menyakitinya dengan perbuatan dan perkataanku. Inilah aku .

Oleh Himawan A Chandra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s